Tentang Dokumentasi & software
Software adalah sebuah aplikasi atau perangkat lunak yang
menghubungkan suatu komputer dengan pengguna, yang biasanya digunakan untuk
mengontrol perangkat keras atau bisa juga digunakan untuk mengontrol data,
memproses data dan masih banyak lagi lainnya.
Dokumentasi adalah segala sesuatu yang bersifat tertulis dan
bergambar yang berisikan penjelasan mengenai suatu hal atau informasi dari
suatu peristiwa yang dapat digunakan untuk membantu ingatan atau dapat juga di
gunakan sebagai pedoman. contohnya :
• Dokumentasi
yang bisa membuat user mengerti cara menggunakan software
• Dokumentasi
yang bisa membuat user mengerti dan bisa menginstall software dengan benar
• Dokumentasi
yang bisa membuat user mengerti cara mengkonfigurasi software
• Dokumentasi
yang bisa membuat user mengerti dan paham apa guna software tersebut
Jadi, Software & Dokumentasi ini adalah pentingnya suatu
software beserta dokumentasinya, jika tidak maka software tersebut tidak akan
ada gunanya. Soalnya, bagaimana pengguna
bisa mengerti apa yang zakan dilakukannya terhadap software tersebut
dalam hal cara penggunaan serta fungsinya.
Dokumentasi Aplikasi
Dokumentasi ini meliputi :
1. Perencanaan
(SDP = Software Development Plan), merupakan hal awal yang harus dilakukan
ketika akan mengembangkan suatu perangkat lunak.
2. Requirements
Analysis (SRS = Software Requirements Specification), Tujuan dari SRS adalah untuk melakukan hal
berikut: Menentukan kebutuhan fungsional dari sistem, Mengidentifikasi
batasan-batasan sistem, Identifikasi pengguna sistem, Menjelaskan interaksi
antara sistem dan pengguna eksternal, Menetapkan suatu bahasa yang umum antara
klien dan tim program untuk menggambarkan sistem, Memberikan dasar untuk
pemodelan use case.
3. IRS =
Interface Requirements Specification
4. Dokumentasi
Perancangan (SDD = Software Design Document)
5. Dokumentasi
Pengujian (STP = Software Test Plan, STRp = Software Test Report)
6. Dokumentasi
yang berhubungan dengan produk (SUM = Software User Manual, SPS = Software
Product Specification, VDD = Version Description Document), dll
Suber :
http://firmanalex.blogspot.com
Software Crisis
Software saat ini bisa kita dapatkan dari memesan dari situs penyedia, mendapatkan DVD dari
majalah yang terdistribusi atau membeli dari pasar spesifik seperti iTunes
sampai mengunduh secara legal ataupun illegal. Sekarang kita berada di era yang
memiliki sisi kompleksitas kebutuhan dan ketersediaan yang berlebih (information
over flood). Inilah yang menggerakkan penelitian yang terkait software crisis
pada era internet.
Pada jaman sebelum ada internet. Pembengan software masih
dimiliki oleh kampus dengan kartu plong atau computer 486 yang dipasangkan
turbo pascal. Pada saat itu, itulah software crisis yang dikarenakan
pengetahuan, aliran informasi yang terbatas, dan mahalnya harga software. Era
ini mulai bergeser saat diperkenalkannya system operasi yang dikenal ddengan
Windows dan Linux yang bisa terhubung ke software yang dinamakan browser
Internet Explorer, Yang menjanjikan teknologi pengembangan perangkat lunak
menjadi lebih maju dan effisien.
Software pada masa kini bukanlah suatu komoditas yang berada
di laboratorium komputasi atau berada di perkantoran canggih semata. Software
kini sudah menyentuh berbagai lini kehidupan dan menyentuh pasar baik yang
bersifat vertical (perusahaan) dan horizontal (pengguna langsung).
Rekayasa perangkat lunak adalah suatu tahapan demi tahapan
yang dibahas satu demi setu dan memiliki hasil dari setiap tahapannya. Mulai
dari pengambilan kebutuhan, analisis, desain, pembuatan kode dan diakhiri
dengan pendistribusian aplikasi. Software Development Life Cycle adalah
penggambaran secara abstrak langkah apa saja yang dikerjakan untuk membuat
software yang lenih terprediksi dari segi hasil dan kualitas. Kita membutuhkan
SDLC saat:
1. Proyek
dengan kerangka kerja lebih dari 1 bulan atau bahkan multiyear project
2. Klien
membutuhkan suatu laporan administrative selain source codes dan software
3. Orang dan
tiap orang memiliki role spesifik untuk bekerja fulltime.
SDLC dibutuhkan pada saat :
1. Mengembangkan
software sederhana dengan jangka waktu kurang dari 1minggu
2. Memiliki
pengalaman mengembangkan software yang identic / mirip
3. Mampu dan
paham saat menceritakan secara sederhana mengenai proses bisnis aplikasi yang
dikembangka
Masalah dalam mengembangkan perangkat
Masalah dalam pengembangan perangkat lunak mencakup masalah
teknis dan non teknis. Masalah non teknis seperti :
Aspek
komunikasi yang kurang baik.
Pengelolaan
sumber daya tidak mencukupi (waktu, dana, dan manusia).
Manajemen
risiko yang tidak terkendali hingga aspek kenyamanan bekerja adalah
faktor-faktor kegagalan sebagian besar pengembangan perangkat lunak.
Dalam lapisan software engineering ada tools, method,
process, dan quality focus. Tools adalah perangkat bantu yang membantu
pengembangan software sehingga menjadi lebih mudah dan produktif. Metode adalah
sekumpulan langkah teknis yang dilakukan untuk mengembangkah perangkat lunak.
Proses adalah berbagai hal yang dapat dilakukan oleh tim untuk mewujudkan suatu
perangkat lunak berkualitas. Quality focus adalah keberfokusan pada kualitas
bukan hanya dengan rendahnya kesalahan tetapi juga seberapa besar klien
bersedia menerima software yang telah dikembangkan dengan kelebihan dan
kekurangannya.
Sumber :
http://laskar19.blogspot.com/2013/01/software-crisis.html
Tidak ada komentar:
Posting Komentar